Sabtu, 31 Desember 2016

Teks Sejarah - Bahasa Indonesia

My Sister is My Bestfriend



Adinda Muthia Halim Awshaf, biasa dipanggil Dinda. Ia terlahir dari pasangan Hendra Gunawan dan Adhe Budiarti, pada 22 Februari 2005 di Bekasi. Dinda terlahir sebagai anak bungsu, kakak pertama nya bernama Fahra Amanda Gunawan, kemudian abang nya bernama Abdullah Havis Ahsan.
Ia bersekolah untuk yang pertama pada tahun 2009 di TK Aisyiah 4 Magelang. Setelah setelah 2 tahun. Ia melanjutkan ke sekolah dasar MI Muhammadiyah Terpadu Gebalan pada tanggal 11 juli 2011.
Saat ini Ia berusia 11 tahun. Ia seorang adik yang jahil, terkadang sulit diatur, tetapi Ia pintar dan rajin. Dinda juga seorang yang sangat mengingat saudara-saudara nya. Jika dinda membeli suatu barang maka, Ia akan meminta ibunya agar juga membelikan untuk kedua kakaknya.

Dinda bercita-cita menjadi seorang dosen yang sholehah, Ia juga berkeinginan untuk berkunjung ke Negeri Gingseng, serta berhaji dengan keluarga. Maka dari itu dari sekarang Ia berusaha giat belajar untuk mennggapai cita-citanya tersebut.

Jumat, 30 Desember 2016

Teks Cerpen - Ujian Praktik Bahasa Indonesia


“TELOLET OH TELOLET”

Cahaya mentari yang cerah menyinari sebuah kampung di Kota Magelang. Siang itu Bu Janah dibantu dengan Sri, anak keduanya sedang merapikan dagangan gorengannya di halaman rumah, untuk dijualkan di Pasar Kebonpolo. Tak seperti hari biasanya, siang itu Kampung Menowo dirasa sangat sepi, tidak ada anak-anak yang berlarian maupun anak-anak yang menjahili dagangan gorengan Bu Janah.
“Sri, Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu,” jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat. Lha iki dagangan e piye Sri? Kamu mau naruh gorengannya ke pasar Sri?” saut Bu Janah, dengan kebingungan.
“Hehehe lha nggeh to Bu, kaya ndak tau Mas Didin aja. Emoh ah Bu, Mas Didin mawon” timpal Sri sambil tertawa.
“Hellehh, yo wis Sri, kamu tunggu rumah bentar ya, Ibu mau manggil mas mu ”
Sri mengangguk atas perintah ibunya. Bu Janah pun bergegas menuju pinggiran jalan raya yang terletak di ujung gang kampung mereka. Sesampainya di sana Bu Janah terkejut karena banyak sekali anak-anak berkerumun di pinggir jalan raya, ada juga anak-anak yang membawa spanduk bertuliskan “Om Telolet Om”.
“Lha ono opo to iki, kok akeh bocah?” Bu Janah membatin.
Bu Janah celingak-celinguk mencari Didin, di antara kerumunan tersebut. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nya.
“Buu....Ibu.. sini Bu.. ” panggil Didin, yang melihat ibu nya kebingungan.
Bu Janah menoleh ke arah suara tersebut, lalu mendatangi Didin.
“O alah nak, ono opo to kok rame-rame nang pinggir dalan. Mbok yo bantu Ibu, naruh dagangan e di pasar”
“Sekedap nggeh Bu, Didin mau nunggu Telolet dulu” jawab Didin sambil menunjuk ke arah kerumunan tersebut.
“Lhoo emang e Telolet ki sopo Din, kok ditunggu rame-rame begini, mbok yo tunggu di rumah, kan bisa sambil bantu Ibu” ujar Bu Janah
“Ealah Ibu ki, kok ndeso banget to. Telolet saiki terkenal banget lho Bu, ayo Ibu ikut liat aja, itu Telolet nya mau datang Buu” ajak Didin
Bu Janah pun makin kebingungan mendengar penjelasan Didin.
“Ya udah kalau Ibu ndak mau ikut, Didin ke sana dulu yaa Bu, mau nunggu Telolet nya datang hehe” ucap Didin girang, lalu berjalan ke arah kerumunan anak-anak yang menunggu Telolet.
Bu Janah melongo melihat Didin berjalan menuju kerumunan itu kembali. Kemudian Bu Janah berbalik, berjalan tergesa-gesa menuju rumah Pak RT. Sesampainya di sana, Bu Janah mengetuk pintu rumah Pak RT.
“Assalamualaikum Pak RT…” ucap Bu Janah
Dikarenakan belum ada sautan dari sang empunya rumah, Bu Janah kembali mengucap salam
“Pak RT…Assalamualaikum…” ucap Bu Janah sekali lagi
“Nggeh Bu….” Terdengar suara dari dalam rumah menuju pintu.
“Walah..Bu Janah to, ada apa to Bu, kok tergesa-gesa begini?” tanya Pak RT setelah pintu terbuka
“Niku lho Pak, ada yang mau datang ke kampung kita” ujar Bu Janah memberitahu
Pak RT mengerutkan kening lalu bertanya “lho sinten to Bu? Kok baru ngabari saya?”
“Saya juga baru tau Pak, itu di pinggir jalan raya depan gang, anak-anak sudah menunggu dari tadi, ada yang bawa spanduk juga lho Pak” jawab Bu Janah menjelaskan
“Wah sinten nggeh Bu? Macam di bandara saja bawa spanduk segala” ucap Pak RT
“Engg…kata Didin sih Telolet, Pak. Katanya sudah terkenal dimana-mana” jawab Bu Janah yang masih kebingungan
Pak RT terkejut mendengar perkataan Bu Janah, lalu tertawa terbahak-bahak.
“Lhoo pripun Pak RT? Kok malah tertawa?” tanya Bu Janah.
Dengan masih tertawa Pak RT pun menjelaskan. “Bu Janah...Bu Janah…Telolet niku klakson bis sing saiki lagi terkenal, usum Bu saiki”
“O alahh klakson bis to, Pak. Wah jaman sekarang kok ajaib yo Pak, klakson bis bisa terkenal” ujar Bu Janah manggut-manggut.
Bu Janah kemudian pamit pulang ke rumah, dengan tersenyum-senyum.

Teks Iklan Bahasa Indonesia

TEKS IKLAN
Iklan adalah  informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.
Jenis iklan banyak macamnya, yaitu :
·         Berdasarkan medianya ada 2 (dua), yaitu :
1.      Iklan Cetak, yaitu iklan yang termuat dalam media cetak, seperti koran, majalah, poster, pamflet.
2.      Iklan Elektronik, yaitu iklan yang diiklankan melalui media elektronik, contohnya yaitu iklan radio, iklan televisi, maupun iklan di internet.
·         Berdasarkan tujuannya ada 2 (dua), yaitu :
1.      Iklan Komerrsial, yaitu iklan yang bertujuan mencari keuntungan ekonomi
2.      Iklan Non Komersial, yaitu iklan yang bertujuan mencari keuntunngan sosial
Struktur iklan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu :
1.      Orientasi, yaitu gambaran umum mengenai suatu iklan, dengan melihat orientasi iklan, pembaca dapat mengetahui apa yang diiklankan dalam iklan tersebut.
2.      Tubuh Iklan,  yaitu isi, atau topik yang dibicarakan dari iklan tersebut.
3.      Justifikasi, yaitu mengenai deskripsi iklan tersebut,maupun informasi lebih lanjut berupa dimana dan atau kemana masyarakat untuk mendapatkan produk atau jasa yang ditawarkan.



Iklan yang saya buat di atas termasuk iklan cetak berdasarkan, medianya yang berupa poster, sedangkan berdasarkan tujuannya termasuk iklan non komersial, yang merupakan iklan layanan masyarakat.
Makna iklan tersebut, yaitu.
Nomer
Simbol / Tulisan
Makna
1.
Seorang anak memakai toga
Dari hasil donasi oleh masyarakat dapat menguliahkan anak-anak yang kurang mampu sampai jenjang perkuliahan.
2.
Buku-buku
Buku – buku tersebut bermakna bahwa kita juga dapat memberikan buku-buku yang bermanfaat kepada anak-anak yang tidak bisa bersekolah.
3.
Guci bertutupkan topi toga
Bermakna  bahwa sedikit demi sedikit donasi yang diberikan dapat bermanfaat unutk anak sekolah yang kurang mampu.
4.
Lembaran uang & koin
Bermakna untuk mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mewudkan anak bangsa yang cerdas dan bisa bersekolah.
5.
Tulisan “Sedikit bagi Anda, Berarti banyak untuk mereka”
Aritnya, walaupun pemberian kita tidak seberapa tetapi itu sangat berarti untuk meraka agar mereka bisa bersekolah atau membeli kebutuhan sekolah.